Senin, 11 Februari 2013

Makalah Basket

Diposting oleh Unknown di 06.11 0 komentar
A.      Sejarah Basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield,Massachusetts, beliau membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswanya pada masa liburan musim dingin di New England. Karena terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Dr. James Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada tanggal 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1.         Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.         Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.         Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.         Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.         Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul pemain lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.         Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada point 5.
7.         Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8.         Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9.         Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10.     Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11.     Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12.     Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit
13.     Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

B.       Lapangan, Waktu, dan Jumlah Pemain Bola Basket
1.         Lapangan yang digunakan untuk permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
2.         Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
3.         Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
4.         Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
5.         Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40 meter.
6.         Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
7.         Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.
8.         Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

C.      Peraturan Permainan Bola Basket
Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh pemain dalam permainan Bola Basket adalah sebagai berikut :
1.         Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.         Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.         Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.         Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.         Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Dan pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.         Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
7.         Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol
8.         Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
9.         Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum diatas.
10.     Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
11.     Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12.     Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13.     Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang

D.      Teknik Dasar Permainan Bola Basket
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala (over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantulkan bola beberapa kali ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi.
Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan.
1.         Crossove
Crissover merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks)
2.         Lay-up
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan melayang.
3.         Pivot
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360 derajat.
4.         Shooting
Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.

E.       Teknik Pro Permainan Bola Basket
1.         Slamdunk
Slamdunk merupakan Teknik yang paling populer, yaitu hanya memasukan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ring basket. walaupun kelihatannya sangat mudah, akan tetapi bagi kebanyakan orang dengan tinggi 171 cm sepertinya teknik ini hampir mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi
2.         Fade Away
Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini agak sulit dilakukan untuk pemain amatir yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga maka pemain akan  terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik tersebut yaitu Michael Jordan dan Kobe Bryant.
3.         Hook Shoot
Hook adalah tehnik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh, tehnik ini sering dipakai oleh para pemain basket professional dengan keakuratan bisa mencapai 80%.
4.         Jump Shoot
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang mumpuni.
F.       Perkembangan Bola Basket di Indonesia
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.

G.      Lahirnya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.
Informasi ini diperkuat fakta menjelang awal kemerdekaan,  klub-klub bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, D.I.Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada tahun 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Hal ini membuktikan bahwa basket dengan cepat memasyarakat dan secara resmi diakui oleh Negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk menyatukan organisasi basket, maka dibentuk Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, yang disingkat Perbasi.
H.      Liga Bola Basket Nasional Indonesia
Liga Bola Basket Nasional Indonesia (nama resmi: National Basketball League Indonesia, disingkat NBL Indonesia) adalah liga bola basket tertinggi yang dikelola secara profesional di Indonesia, diikuti oleh 10 klub peserta dari seluruh Indonesia. NBL Indonesia dikelola oleh DBL Indonesia dan diatur oleh Perbasi. Liga ini dimulai pada tahun 2003 dengan nama Indonesian Basketball League (IBL). Pada tahun 2010, Perbasi menunjuk DBL Indonesia untuk menangani kompetisi ini dan mengubah namanya menjadi NBL Indonesia

Makalah Persepsi Sosial

Diposting oleh Unknown di 06.03 0 komentar

Pengertian Persepsi Sosial

A.      Pengertian Persepsi Sosial
Persepsi merupakan suatu proses yangdidahului oleh pengindraan. Pengindraan adalah merupakan suatu prosesditerimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indra.Namun proses tersebut tidak berhenti di situ saja, pada umumnya stimulustersebut diteruskan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf, danproses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidakdapat lepas dari proses pengindraan, dan proses pengindraan merupakan prosesyang mendahului terjadinya persepsi. Proses pengindraan terjadi setiap saat,yaitu pada waktu individu menerima stimulus yang mengenai dirinya melalui alatindra. Alat indra merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya(Branca, 1964; Woodworth dan Marquis, 1957).
Stimulus yang mengenai individu itukemudian di organisasikan, diinterpretasikan, sehingga individu menyadaritentang apa yang di indranya itu. Proses inilah yang dimaksud dengan persepsi.Jadi stimulus diterima alat indra, kemudian melalui proses persepsi sesuatuyang diindra tersebut menjadi sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dandiinterpretasikan (Davidoff, 1981). Disamping itu menurut Maskowitz dan Orgel(1969) persepsi itu merupakan proses yang intergrateddari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Dengan demikian dapatdikemukakan bahwa persepsi itu merupakanproses pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diterimaoleh organism atau individu sehingga merupakan sesuatu yang berarti, danmerupakan aktivitas yang intergrated dalam diri individu. Karena merupakanaktifitas yang integrated, maka seluruh pribadi, seluruh apa yang ada dalamdiri individu ikut aktif berperan dalam persepsi itu.
Dengan persepsi individu dapatmenyadari, dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya,dan juga tentang keadaan diri individu yang bersangkutan (Davidoff, 1981).Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi stimulus dapat datingdari luar diri individu, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yangbersangkutan. Bila yang dipersepsi dirinya sendiri sebagai objek persepsi,inilah yang disebut persepsi diri (self-perception).Karena dalam persepsi itu merupakan aktifitas yang intergrated, maka seluruhapa yang ada dalam diri individu seperti perasaan, pengalaman, kemampuanberfikir, kerangka acuan, dan aspek-aspek lain yang ada dalam diri individuakan ikut berperan dalam persepsi tersebut. Berdasarkan atas hal tersebut,dapat dikemukakan bahwa dalam persepsi itu sekalipun stimulusnya sama, tetapikarna pengalaman tidak sama, kemampuan berfikir tidak sama, kerangka acuantidak sama, ada kemungkinan hasil persepsi antara individu satu dengan individuyang lain tidak sama. Keadaan tersebut memberikan gambaran bahwa persepsi itumemang bersifat individual (Davidoff, 1981).
Menurut Brehm dan Kassin (1989), persepsi sosial adalahpenilaian-penilaian yang terjadi dalam upaya manusia memahami orang lain. Tentusaja sangat penting, namun bukan tugas yang mudah bagi setiap orang. Tinggi,berat, bentuk tubuh, warna kulit, warna rambut, dan warna lensa mata, adalahbeberapa hal yang mempengaruhi persepsi sosial. Contohnya di Amerika Serikat,wanita berambut pirang dinilai sebagai seorang yang hangat dan menyenangkan.
Brems& Kassin (dalam Lestari, 1999) mengatakan bahwa persepsi sosial memilikibeberapa elemen, yaitu:
a.     Person, yaitu orang yang menilai orang lain.
b.    Situasional, urutan kejadian yang terbentuk berdasarkanpengalaman orang untuk meniiai sesuatu.
c.     Behavior, yaitu sesuatu yang di lakukan oleh orang lain.Ada dua pandangan mengenai proses persepsi, yaitu:
1)      Persepsi sosial, berlangsung cepat dan otomatis tanpabanyak pertimbangan orang membuat kesimpulan tentang orang lain dengan cepatberdasarkan penampilan fisik dan perhatian sekilas.
2)      Persepsi sosial, adalah sebuah proses yang kompleks,orang mengamati perilaku orang lain dengan teliti hingga di peroleh analisissecara lengkap terhadap person, situasional, dan behaviour.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulanbahwa persepsi suatu proses aktif timbulnya kesadaran dengan segera terhadapsuatu obyek yang merupakan faktor internal serta eksternal individu meliputikeberadaan objek, kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadapobjek tersebut. Sejumlah informasi dari luar mungkin tidak disadari,dihilangkan atau disalahartikan. Mekanisme penginderaan manusia yang kurangsempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi (Bartol & Bartol,1994).
Dalam usaha menginterpretasioranglain sering digunakan dimensi-dimensi tertentu. Wrightman (1981)mengemukakan ada 6 dimensi pokok, yaitu:
a.    Dapat dipercaya – tidak dapat dipercaya
b.    Rasional – tidak rasional
c.    Altruis – orientasi diri (selfness)
d.   Independen – conform dengan kelompok
e.    Variatif – kesamaan
f.     Kompleksitas – kesederhanaan

Melalui perkembangan dan pengalaman,orang membangun konsep kepribadian implicit (implicit personality theory),yaitu asumsi-asumsi adanya sifat-sifat tertentu yang berkorelasi dengan sifatlain. Orang yang memiliki kecenderungan demikian disebut psikolog naïf.

B.       Pembentukan Kesan / Persepsi
Pengetahuan tentang orang-orang tertentu dan kaitannya dengan atribut tertentu sering diistilahkan sebagaiprototype. Hasil prototype memunculkan adanya stereotype, yaitu pemberianatribut tertentu pada sekelompok orang tertentu. Contoh: orang Indonesia ramah,orang Amerika individualistis.
Dalam pembentukan kesan, stereotypesulit diabaikan begitu saja. Stereotype akan membatasi persepsi dan komunikasi,stereotype juga bisa dimanfaatkan untuk membina hubungan yang lebih lanjut.Pada konsep kepribadian implicit, stereotype juga akan memunculkan illusorycorrelation, yaitu mengaitkan secara berlebihan antara satu karakteristikdengan karakteristik yang lain secara general.

C.      Kategori Sosial
Dalam pembentukan kesan terhadap orang lain, ada kecenderungan untuk secepatnya mengkategorikan orang tersebut kedalam suatu cirri tertentu. Penilaian yang cepat ini (snap jugdment) memilikiarti penting dalam proses pembentukan kesan selanjutnya. Contoh yang seringditemu adalah munculnya halo efek. Yang disebut gejala self-fulfillingprophecy adalah pembuatan kategorisasi tertentu dengan diwarnai harapanberdasarkan asumsi penilai.

1.      Faktor-Faktor Yang Berpengaruh pada Persepsi
  1. Kesan yang terbentuk dalam pikiran seseorang di saat pertama kali berjumpa dengan orang lain ditentukan oleh berbagai hal, yaitu :
a.    Ciri ciri penampilan fisik ( fisikal attractiveness ) meliputi :
b.    Penampilan fisik akan menentukanbagaimana persepsi kita terhadap orang lain. Penampilan fisik ini berakar pada:
1)        Wajah (menarik / tdk menarik)
2)        Bagaimana cara berpakaian, bahan, model,cara memakainya
3)        Postur tubuh, make up, potongan gayarambut
4)        Assesories yang dikenakan
c.    Ciri ciri sosial demografik (social demographic characteristic ) meliputi :
1)        Jenis Kelamin : umumnya perempuandinilai lebih rendah kemampuannya dibanding laki-laki dalam pekerjaan tertentu.(lihat penelitian Goldberg 1968).
2)        Suku / Ras / Etnis : Suatu hari kitadiminta unt bertemu dengan orang yang bernama Situmorang yang berasal dariBatak karo, dan pada hari lain kita diminta bertemu dengan Widodo Rahardjo yangberasal dari Solo Jawa tengah. Biasanya sebelum kita bertemu kita membayangkanseperti apa sifat/karakter rang yang akan kita jumpai. Dalam persepsi kita adaperbedaan sifat antra orang yang berbeda suku.
3)        Status Sosial Ekonomi meliputi :Social economic performance (penampilan berdasar persepsi status sosial ekonomi)sering menjebak penilaian terhadap orang lain). Social economic performance inibiasanya dilihat/dinilai dari penampilan luaran. Mis, tongkrongannya, stylepergaulannya, fashion, assesories, pekerjaan dll.
d.   Komunikasi non verbal ( non communication verbal skill management ) : Kesan terhadap orang lain ikut ditentukan oleh komunikasi non verbal seperti :
1)        Ekpresi wajah (wajah adalah ekpresikejiwaan)
2)        Gerakan tubuh/tangan/ gerak mata
3)        Intonasi suara
4)        Kontak pandangan mata

Dari komunikasi non verbal kita bisamenarik kesan tentang kondisi emosi, watak kepribadian dan kejujuran seseorang. Didepan telah dipaparkan bahwa apayang ada dalam diri individu akan dipengaruhi dalam individu mengadakanpersepsi, ini merupakan faktor internal. Di samping itu masih ada faktor lainyang dapat mempengaruhi dalam proses persepsi, yaitu faktor stimulus itusendiri dan faktor lingkungan dimana persepsi itu berlangsung, dan inimerupakan faktor eksternal. Stimulus dan lingkungan sebagai faktor eksternaldan individu sebagai faktor internal saling berinteraksi dalam individumengadakan persepsi.
Agar stimulus dapat dipersepsi, makastimulus harus cukup kuat, stimulus harus melampaui ambang stimulus, yaitukekuatan stimulus yang minimal tetapi sudah dapat menimbulkan kesadaran, sudahdapat dipersepsi oleh individu. Kejelasan stimulus  akan banyak berpengaruh dalam persepsi.Stimulus yang kurang jelas, stimulus yang berwayuh arti, akan berpengaruh dalamketepatan persepsi. Bila stimulus itu berwujud benda-benda bukan manusia, makaketepatan persepsi lebih terletak pada individu yang mengadakan persepsi, karnabenda-benda yang di persepsi tersebut akan berbeda bila yang dipersepsikan itumanusia.
Mengenai keadaan individu yang dapatmempengaruhi hasil persepsi dating dari dua sumber, yaitu yang berhubungandengan segi kejasmanian, dan yang berhubungan dengan segi psikologis. Bilasystem fisiologisnya terganggu, hal tersebut akan berpengaruh dalam persepsiseseorang. Sedangkan segi psikologis seperti telah dipaparkan di depan, yaituantara lain mengenai pengalaman, perasaan, kemampuan berfikir, kerangka acuan,motivasi akan berpengaruh pada seseorang dalam mengadakan persepsi.
Sedangkan linkungan atau situasikhususnya yang melatar belakangi stimulus juga akan berpengaruh dalam persepsi,lebih-lebih bila objek persepsi adalah manusia. Objek dan lingkungan yangmelatarbelakangi objek merupakan kebulatan atau kesatuan yang sulit dipisahkan.Objek yang sama dengan situasi sosial yang berbeda, dapat menghasilkan persepsiyang berbeda.
  1. Persepsi Sosial
Telah dipaparkan didepan berkaitandengan persepsi objek yang dipersepsi dapat berada diluar individu yangmempersepsi, tetapi juga dapat berada di dalam diri orang yang mempersepsi.Dalam mempersepsi diri sendiri orang akan dapat melihat bagaimana keadaan dirinyasendiri, orang akan dapat mengerti bagaimana keadaan dirinya sendiri, orangdapat mengevaluasi tentang dirinya sendiri.
Bila objek persepsi terletak diluarorang yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat bermacam-macam, yaitu dapatberwujud benda-benda, situasi, dan juga dapat berwujud manusia. Bila objekpersepsi berwujud benda-benda disebut persepsi benda (things perception) atau juga disebut non-social perception, sedangkan bila objek persepsi berwujudmanusia atau orang disebut persepsi sosial atau social perception (Heider. 1958). Namun disamping istilah-istilahtersebut khususnya mengenai istilah socialperception masih terdapat istilah-istlah lain yang digunakan. Yaitupersepsi orang atau person perception (Secord dan Backman.1964), juga istilah person cognitionI atau interpersonal perception. Yang kurangdapat mendukung istilah social perceptiondalam pengertian person perceptionmemberikan alasan bahwa karena persepsi sosial menyangkut persepsi yangberkaitan dengan variable-variabel social, sehingga ini memberikan pengertianyang lebih luas dari pada pengertian personperception (Tagiure dalam lindzey dan aronsome 1975).
Dalam individu mempersepsikanbenda-benda mati bila dibandingkan dengan mempersepsikan manusia, terdapatsegi-segi persamaan disamping segi-segi perbedaan adanya persamaan bila dilihatbahwa manusia atau orang itu dipandang sebagai benda fisik seperti benda-bendafisik lainnya yang terikat pada waktu dan tempat, pada dasarnya tidak berbeda.Namun karena manusia bukan semata-mata bukan hanya benda fisik melulu, tetapimempunyai kemampuan-kemampuan yang tidak dipunyai oleh benda fisik lainnya,maka hal ini akan membawa perbedaan antara persepsi benda-benda denganmempersepsi manusia (Morgan, dkk. 1984).
Mempersepsi seseorang, individu yangdipersepsi itu mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan, harapan walaupunkadarnya berbeda seperti halnya pada individu yang mempersepsi. Orang yangdipersepsi dapat berbuat sesuatu terhadap orang yang mempersepsi, sehinggakadang-kadang atau justru sering hasil persepsi tidak sesuai dengan keadaansebenarnya. Orang yang dipersepsi dapat menjadi teman, namun sebaliknya jugadapat menjadi lawan dari individu yang yang mempersepsi. Hal tersebut tidakakan dijumpai bila yang dipersepsi itu bukan manusia atau orang (Tagiuri danPetrullo, 1958). Ini berarti bahwa orang yang dipersepsi dapat memberikanpengaruh terhadap orang yang mempersepsi.
Persepsi sosial merupakan suatuproses seseorang untuk mengetahui, mempersepsikan, dan mengevaluasi orang lainyang dipersepsi, tentang sifat-sifatnya, kualitasnya dan keadaan yang lain yangada dalam diri orang yang dipersepsi, sehingga terbentuk gambaran mengenaiorang yang dipersepsi (Tagiuri dalam Lindzey dan Aronson, 1975). Namun demikianseperti telah dipaparkan di depan, karena yang dipersepsi itu manusia sepertihalnya yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat memberikan pengaruh kepadaorang yang mempersepsi. Dengan demikian dapat dikembangkan dalam mempersepsimanusia atau orang (person) adanyadua pihak yang masing-masing yang mempunyai kemampuan-kemampuan,perasaan-perasaan, harapan-harapan, pengalaman-pengalaman tertentu yang berbedasatu dengan yang lain, yang akan berpengaruh dalam orang mempersepsi manusiaatau orang tersebut.
Dari uraian tersebut di atas, adabeberapa hal yang dapat ikut berperan dan dapat pberpengaruh dalam mempersepsimanusia, yaitu (1) keadaan stimulus, dalam hal iniberujud manusia yang akandipersepsi; (2) situasi atau keadaan sosial yang melatarbelakangi stimulus; dan(3) keadaan orang yang mempersepsi. Walaupun stimulus personnya sama, tetapikalau situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person berbeda, akanberbeda hasil persepsinya (Tagiuri dan petrullo, 1958).
Pikiran, perasaan, kerangka acuan,pengalaman-pengalaman, atau dengan kata lain keadaan pribadi orang yangmempersepsi akan berpengaruh dalam seseorang mempersepsi orang lain. Haltersebut disebabkan karena persepsi merupakan aktifitas yang integrated (Moskowitz dan Orgel, 1969).Bila orang yang dipersepsi atas dasar pengalaman merupakan seorang yangmenyenangkan bagi orang yang mempersepsi, akan lain hasil persepsinya bilaorang yang dipersepsi itu memberikan pengalaman yang sebaliknya. Demikian puladengan aspek-aspek lain yang terdapat dalam diri orang yang mempersepsi.
Demikian pula situasi sosial yangmelatarbelakangi stimulus person juga akan ikut berperan dalam hal mempersepsiseseorang. Bila situasi sosial yang berlatarbelakangi berbeda, hal tersebutakan membawa perbedaan hasil pertsepsi seseorang. Orang yang bisa bersikapkeras, tetapi karena situasi sosialnya tidak memungkinkan untuk menunjukkankekerasannya, hal tersebut akan mempengaruhi dalam seseorang berperan sebagaistimulus person. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi orang yang mempersepsinya.Karena itu situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person mempunyai peranyang penting dalam persepsi, khususnya persepsi sosial.  
                 


D.      Teori-teori Atribusi (Labelling)
Ada 3 teori atribusi, yaitu:
1.         Theory of Correspondent Inference (Edward Jones dan Keith Davis)
Apabila perilaku berhubungan dengansikap atau karakteristik personal, berarti dengan melihat perilakunya dapatdiketahui dengan pasti sikap atau karakteristik orang tersebut. Hubungan yangdemikian adalah hubungan yang dapat disimpulkan (correspondent inference).
Bagaimana mengetahui bahwa perilakuberhubungan dengan karakteristiknya?
a.    Denganmelihat kewajaran perilaku. Orang yang bertindak wajar sesuai dengankeinganan masyarakat, sulit untuk dikatakan bahwa tindakannya itu cerminan darikarakternya.
b.    Pengamatan  terhadapan perilaku yang terjadi pada situasi yang memunculkanbeberapa pilihan.
c.    Memberikan peran berbeda dengan peran yang sudah biasa dilakukan.Misalnya, seorang juru tulis diminta menjadi juru bayar. Dengan peran yang baruakan tampak keaslian perilaku yang merupakan gambaran dari karakternya.
2.         Model of Scientific Reasoner (Harold Kelley, 1967, 1971)
Harrold Kelley mengajukan konsepuntuk memahami penyebab perilaku seseorang dengan memandang pengamat sepertiilmuwan, disebut ilmuwan naïf. Untuk samapi pada suatu kesimpulan atribusiseseorang, diperlukan tiga informasi penting. Masing-masing informasi jugaharus menggambarkan tinggi-rendahnya. Tiga informasi itu, adalah:
a.         Distinctiveness
Konsep ini merujuk pada bagaimanseorang berperilaku dalam kondisi yang berbeda-beda. Distinctivness yang tinggiterjadi apabila orang yang bersangkutan mereaksi secara khusus pada suatuperistiwa. Sedangkan distinctiveness rendah apabila seseroagn merespon samaterhadap stimulus yang berbeda.
b.        Konsistensi
Hal ini menunjuk pada pentingnyawaktu sehubungan dengan suatu peristiwa. Konsistensi dikatakan tinggi apabilaseseorang merespon smaa untuk stimulus yang sama pada waktu yang berbeda.Apabila responnya tidak menentu maka seseorang dikatakan konsistensinya rendah.
c.         Konsensus
Apabila oranglain tidak bereaksisama dengan seseorang, berarti konsensusnya rendah, dan sebaliknya. Selain itukonsep tentang consensus selalu melibatkan oranglain sehubungan dengan stimulusyang sama.

Dari ketiga informasi diatas, dapat ditentukan atribusi pada seseorang. MenurutKelley ada 3 atribusi, yaitu:
1)        Atribusi Internal, dikatakan perilaku seseorang merupakan gambaran darikarakternya bila distinctivenessnya rendah, konsensusnya rendah, dankonsistensinya tinggi.
2)        Atribusi Eksternal, dikatakan demikian apabila ditandai dengandistinctiveness yang tinggi, consensus tinggi, dan konsistensinya juga tinggi.
3)        Atribusi Internal-Eksternal, hal ini ditandai dengan distinctivenessyang tinggi, consensus rendah, dan konsistensi tinggi.

3.         AtribusiKeberhasilan dan Kegagalan (Weiner)
Ada dua macam dimensi pokok:
a.         Keberhasilan dan kegagalan memiliki penyebab internal atau eksternal.
b.        Stabilitas penyebab, stabil atau tidak stabil.

Kestabilan
Locus of Ctrl
Tidak stabil
(Temporer)
Stabil
(Permanen)
Internal
Usaha, mood, kelelahan
Bakat, kecerdasan, karakteristik fisik
Eksternal
Nasib, ketidaksengajaan, kesempatan
Tingkat kesukaran tugas

 

Reni Ariningsih Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review